WME, Sonder – Manajemen SPBU Sonder menjadi perhatian warga menyusul adanya dugaan penyimpangan dalam penyaluran BBM bersubsidi jenis solar.
Sejumlah warga menilai pengawasan di lapangan perlu diperketat agar distribusi solar subsidi tepat sasaran.

Alfrits, salah satu warga Sonder, meminta pengelola SPBU agar lebih selektif melayani kendaraan yang melakukan pengisian solar.
Ia menekankan pentingnya ketegasan petugas SPBU dalam mencegah dugaan praktik pengisian berulang atau tidak wajar yang berpotensi mengarah pada penimbunan.
Menurutnya, lemahnya pengawasan dapat berdampak langsung pada masyarakat luas.
“Jika kendaraan yang sama terus dilayani tanpa kontrol ketat, masyarakat kecil justru dirugikan karena harus menghadapi antrean panjang bahkan kekosongan stok,” ujar Alfrits.
Ia menegaskan bahwa BBM bersubsidi sejatinya diperuntukkan bagi kelompok yang benar-benar membutuhkan, seperti sopir angkutan umum, petani, dan pelaku usaha kecil.
Karena itu, pengelola SPBU diharapkan tidak hanya berorientasi pada kuantitas penyaluran, tetapi juga menjunjung prinsip keadilan dan kepatuhan terhadap aturan.
Selain itu, Alfrits juga mendorong Aparat Penegak Hukum (APH) untuk melakukan pemantauan secara berkala di lapangan.
Menurutnya, kehadiran aparat akan memberi efek jera sekaligus memastikan penyaluran BBM subsidi berjalan sesuai ketentuan yang berlaku.
“Kalau pengawasan diperketat dan ada tindakan nyata, saya yakin penyaluran solar di Sonder bisa kembali normal dan tidak lagi menjadi perbincangan warga,” tutupnya.
Sementara itu, Glend selaku manajemen SPBU Sonder, saat dikonfirmasi melalui pesan WhatsApp pada Jumat (16/01/2026), hingga berita ini diturunkan belum memberikan tanggapan.
Peliput: Ichad












