Menu

Mode Gelap
Mapalus Jadi Spirit Ketahanan Pangan, Unsrat Ajak Pemuda Jadi Agripreneur Muda Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut Angela Kaunang Debut Lewat Lagu ‘Mulu-Mulu’, Angkat Fenomena ‘Tanta-Tanta’ dari Manado Tommy Lumingkewas Diantar Ratusan Warga, Siap Pimpin Telap Menuju ‘Desa Bercahaya’ Donald Pondaag Yakin Kepemimpinan MEP Bawa Energi Baru bagi Golkar Sulut Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

Tomohon

Perkuat Kader, AMAN Sulut Latih Paralegal Masyarakat Adat

badge-check


					Perkuat Kader, AMAN Sulut Latih Paralegal Masyarakat Adat Perbesar

Manado, – Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Sulawesi Utara (Sulut) gelar pelatihan Paralegal bagi masyarakat adat.

Kegiatan ini berlangsung selama empat hari, sejak Kamis hingga Minggu (5–8 Maret 2026) di Villa Robert, Kelurahan Winangun Satu, Kecamatan Malalayang, Kota Manado.

‎Ketua Pengurus Harian (PH) AMAN Sulut, Kharisma Kurama, mengatakan pelatihan tersebut diselenggarakan sebagai upaya memperkuat kapasitas kader muda dalam membela hak-hak masyarakat adat di wilayah Sulawesi Utara.

‎Menurutnya, kegiatan ini dilatarbelakangi oleh kondisi masyarakat adat yang saat ini menghadapi berbagai tantangan dan persoalan di wilayahnya.

‎“Pelatihan paralegal ini dilaksanakan, karena kami merasa kondisi masyarakat adat di Sulawesi Utara sedang tidak baik-baik saja. Karena itu, perlu mencetak kader-kader, terutama kader muda, yang tanggap membela dan aktif melayani komunitasnya,” ujarnya.

‎Ia menjelaskan, pelatihan ini bertujuan mencetak kader muda yang memiliki pengetahuan dasar hukum serta kemampuan advokasi untuk membantu masyarakat adat dalam menghadapi berbagai persoalan yang muncul di wilayah adat.

‎“Setelah mengikuti pelatihan, para peserta diharapkan dapat kembali ke wilayah adat masing-masing untuk melakukan verifikasi wilayah adat, mendokumentasikan kondisi kampung, serta menerapkan pengetahuan yang telah diperoleh selama pelatihan,” ungkapnya.

‎Langkah tersebut dinilai penting sebagai bagian dari upaya mewujudkan visi masyarakat adat yang berdaulat, mandiri, dan bermartabat.

‎”Berharap, para peserta dapat kembali ke kampung halaman dan mengambil peran lebih aktif dalam membela hak masyarakat adat serta memberikan pelayanan bagi komunitasnya,” kuncinya.

‎Pelatihan ini diikuti sekitar 12 peserta yang berasal dari berbagai komunitas adat di Sulawesi Utara, di antaranya dari wilayah Minahasa, Bolaang Mongondow, Talaud, dan Sangihe.

‎Diketahui, para peserta memiliki latar belakang yang beragam, mulai dari jurnalis, pemuda adat yang aktif mengorganisir masyarakat di kampung, hingga peserta yang berasal dari wilayah yang sedang mengalami konflik.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut

22 April 2026 - 14:07 WIB

Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

1 April 2026 - 13:59 WIB

SPBU Sonder Buka Solar untuk Umum, Tapi Jadwal Berubah-ubah Bikin Sopir Kebingungan

21 Maret 2026 - 14:39 WIB

Hangatnya Idul Fitri di Polres Tomohon, Silaturahmi Jadi Jembatan Kebersamaan

21 Maret 2026 - 14:04 WIB

BPAN Tomohon Gaungkan “Si Tou Mamuali Tou”, Pemuda Adat Bergerak Jaga Warisan Leluhur

18 Maret 2026 - 11:35 WIB

Trending di Tomohon