Menu

Mode Gelap
Feybie Vonny Simbar Bangga Mahzani Bangkit di Tomohon: Budaya Leluhur Harus Terus Hidup Perkuat Kader, AMAN Sulut Latih Paralegal Masyarakat Adat Seribu Pelajar Bersatu di Panggung Mahzani, Tomohon Siap Curi Perhatian Polres Tomohon Warnai Hari Nuzulul Qur’an dengan Bakti Sosial hingga Buka Puasa Bersama Sat Reskrim Polres Tomohon Sabet Peringkat Tertinggi dalam Penyelesaian Perkara Bripda KJ Dipecat! Kapolres Tekankan soal Disiplin, Loyalitas, dan Tanggung Jawab Moral bagi Rakyat

Tomohon

Kajari Tomohon Tekankan Pentingnya Ketahanan Multidimensi di Era Transformasi Kota

badge-check


					Kajari Tomohon Tekankan Pentingnya Ketahanan Multidimensi di Era Transformasi Kota Perbesar

WME, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Sosialisasi Peran Masyarakat dalam Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, bertempat di Emera Hills, Senin (24/11/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Tomohon Stenly Mokorimban, SH, dan menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Dr. Reinhard Tololiu, SH., MH sebagai narasumber utama.

Kajari memaparkan materi berjudul “Ketahanan Multidimensi Kota Tomohon: Evaluasi Kinerja Ekonomi, Dinamika Sosial, dan Transformasi Budaya”,

Reinhard Tololiu menegaskan bahwa Kota Tomohon memiliki posisi strategis dalam pembangunan wilayah Sulawesi Utara.

“Tomohon saat ini berada pada fase penting transisi dari masa pemulihan pascapandemi menuju stabilitas pertumbuhan jangka panjang. Ketahanan kota menjadi kunci untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menghadapi tekanan dan perubahan,” ujar Tololiu.

Ia menjelaskan bahwa kajian yang dipresentasikannya menggunakan pendekatan City Resilience Profiling Tool (CRPT) milik UN-Habitat yang diadaptasi dengan Indeks Ketahanan Kota (IIKK) di Indonesia.

“Analisis tersebut mencakup empat aspek utama: ketahanan ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan dan infrastruktur,” ucap Kajari, dalam materinya.

Kajari menyampaikan bahwa data rentang periode 2022 hingga proyeksi 2025 memberikan gambaran tren pertumbuhan sekaligus area kerentanan yang memerlukan penguatan kebijakan dan partisipasi publik.

Dalam kesempatan sama, Kepala Kesbangpol Tomohon Stenly Mokorimban, SH menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran fundamental dalam mendukung ketahanan daerah.

“Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya hanya dapat terwujud melalui kolaborasi pemerintah, lembaga hukum, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga. Kesadaran dan keterlibatan publik adalah fondasi kota yang kokoh,” jelas Mokorimban.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pembentukan pemahaman bersama untuk memperkuat ketahanan Kota Tomohon di masa depan.

Dari pemantauan media ini, menjadi peserta yakni anggota PWRI Kota Tomohon hingga Masyarakat kota Tomohon. Tampak hadir, Kasie Intel Kajari Tomohon Ivan Roring, rombongan Kejari kota Tomohon, dan jajaran Kesbangpol.

Peliput: Icad Ering 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Feybie Vonny Simbar Bangga Mahzani Bangkit di Tomohon: Budaya Leluhur Harus Terus Hidup

11 Maret 2026 - 20:23 WIB

Perkuat Kader, AMAN Sulut Latih Paralegal Masyarakat Adat

10 Maret 2026 - 11:19 WIB

Seribu Pelajar Bersatu di Panggung Mahzani, Tomohon Siap Curi Perhatian

9 Maret 2026 - 09:21 WIB

Polres Tomohon Warnai Hari Nuzulul Qur’an dengan Bakti Sosial hingga Buka Puasa Bersama

6 Maret 2026 - 19:59 WIB

Sat Reskrim Polres Tomohon Sabet Peringkat Tertinggi dalam Penyelesaian Perkara

2 Maret 2026 - 17:45 WIB

Trending di Tomohon