Menu

Mode Gelap
Mapalus Jadi Spirit Ketahanan Pangan, Unsrat Ajak Pemuda Jadi Agripreneur Muda Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut Angela Kaunang Debut Lewat Lagu ‘Mulu-Mulu’, Angkat Fenomena ‘Tanta-Tanta’ dari Manado Tommy Lumingkewas Diantar Ratusan Warga, Siap Pimpin Telap Menuju ‘Desa Bercahaya’ Donald Pondaag Yakin Kepemimpinan MEP Bawa Energi Baru bagi Golkar Sulut Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

Tomohon

Kajari Tomohon Tekankan Pentingnya Ketahanan Multidimensi di Era Transformasi Kota

badge-check


					Kajari Tomohon Tekankan Pentingnya Ketahanan Multidimensi di Era Transformasi Kota Perbesar

WME, Tomohon – Pemerintah Kota Tomohon melalui Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) menyelenggarakan Sosialisasi Peran Masyarakat dalam Ketahanan Ekonomi, Sosial, dan Budaya, bertempat di Emera Hills, Senin (24/11/2025).

Kegiatan tersebut dibuka oleh Kepala Badan Kesbangpol Tomohon Stenly Mokorimban, SH, dan menghadirkan Kepala Kejaksaan Negeri Tomohon Dr. Reinhard Tololiu, SH., MH sebagai narasumber utama.

Kajari memaparkan materi berjudul “Ketahanan Multidimensi Kota Tomohon: Evaluasi Kinerja Ekonomi, Dinamika Sosial, dan Transformasi Budaya”,

Reinhard Tololiu menegaskan bahwa Kota Tomohon memiliki posisi strategis dalam pembangunan wilayah Sulawesi Utara.

“Tomohon saat ini berada pada fase penting transisi dari masa pemulihan pascapandemi menuju stabilitas pertumbuhan jangka panjang. Ketahanan kota menjadi kunci untuk memastikan pembangunan tidak hanya tumbuh, tetapi juga mampu menghadapi tekanan dan perubahan,” ujar Tololiu.

Ia menjelaskan bahwa kajian yang dipresentasikannya menggunakan pendekatan City Resilience Profiling Tool (CRPT) milik UN-Habitat yang diadaptasi dengan Indeks Ketahanan Kota (IIKK) di Indonesia.

“Analisis tersebut mencakup empat aspek utama: ketahanan ekonomi, sosial, budaya, serta lingkungan dan infrastruktur,” ucap Kajari, dalam materinya.

Kajari menyampaikan bahwa data rentang periode 2022 hingga proyeksi 2025 memberikan gambaran tren pertumbuhan sekaligus area kerentanan yang memerlukan penguatan kebijakan dan partisipasi publik.

Dalam kesempatan sama, Kepala Kesbangpol Tomohon Stenly Mokorimban, SH menegaskan bahwa masyarakat memiliki peran fundamental dalam mendukung ketahanan daerah.

“Pemerintah tidak dapat berdiri sendiri. Ketahanan ekonomi, sosial, dan budaya hanya dapat terwujud melalui kolaborasi pemerintah, lembaga hukum, tokoh masyarakat, dan partisipasi aktif warga. Kesadaran dan keterlibatan publik adalah fondasi kota yang kokoh,” jelas Mokorimban.

Ia berharap kegiatan ini menjadi ruang edukasi dan pembentukan pemahaman bersama untuk memperkuat ketahanan Kota Tomohon di masa depan.

Dari pemantauan media ini, menjadi peserta yakni anggota PWRI Kota Tomohon hingga Masyarakat kota Tomohon. Tampak hadir, Kasie Intel Kajari Tomohon Ivan Roring, rombongan Kejari kota Tomohon, dan jajaran Kesbangpol.

Peliput: Icad Ering 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut

22 April 2026 - 14:07 WIB

Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

1 April 2026 - 13:59 WIB

SPBU Sonder Buka Solar untuk Umum, Tapi Jadwal Berubah-ubah Bikin Sopir Kebingungan

21 Maret 2026 - 14:39 WIB

Hangatnya Idul Fitri di Polres Tomohon, Silaturahmi Jadi Jembatan Kebersamaan

21 Maret 2026 - 14:04 WIB

BPAN Tomohon Gaungkan “Si Tou Mamuali Tou”, Pemuda Adat Bergerak Jaga Warisan Leluhur

18 Maret 2026 - 11:35 WIB

Trending di Tomohon