WME, Tomohon – Program pelatihan konversi motor konvensional ke motor listrik di SMK Kristen 1 Tomohon mendapat apresiasi luas dari berbagai pihak, termasuk Dinas Pendidikan Daerah (Dikda) Sulawesi Utara dan pihak sekolah.
Yuana Putra Adianto, Manager Unit Pelaksana Pengatur Beban (UP2B) Sistem Minahasa, menyampaikan apresiasi atas antusiasme masyarakat Kota Tomohon dalam mendukung program konversi kendaraan BBM menjadi listrik.

“Saya baru satu hari bertugas di kantor ini, tapi sambutan masyarakat sangat baik dan welcome,” ujarnya.
Yuana menegaskan, program ini menjadi momentum penting untuk mempererat kolaborasi PLN dengan masyarakat sekitar dalam menjaga keandalan sistem kelistrikan Sulawesi Utara dan Gorontalo.
Sementara itu, Kepala Bidang SMK Dinas Dikda Sulut, Vecky Pangkerego, menyebut kegiatan ini sebagai langkah nyata dalam meningkatkan kompetensi siswa SMK di bidang otomotif dan teknologi berkelanjutan.
“Kerja sama PLN dan SMK Kristen 1 Tomohon ini luar biasa. Siswa disiapkan memiliki keahlian konversi motor listrik, yang sangat dibutuhkan dunia industri,” kata Pangkerego.
Ia berharap pelatihan ini membuka peluang kerja dan wirausaha bagi lulusan SMK, sekaligus memperkuat sinergi antara sekolah dan industri.
“Peserta wajib mengimbaskan ilmu kepada teman-temannya agar transfer pengetahuan berjalan efektif,” tegasnya.
Kepala Sekolah SMK Kristen 1 Tomohon, Altje Liuw, turut menyampaikan apresiasi kepada PLN yang telah mempercayakan sekolahnya sebagai mitra pelatihan.
“Ini peluang nyata bagi anak-anak kami untuk memahami teknologi terkini dan siap menghadapi dunia kerja,” ujarnya.
Pelatihan diikuti 25 peserta (13 siswa dan 12 guru pengajar) dari jurusan teknik mesin dan elektro, dengan target 9 unit motor dikonversi menjadi kendaraan listrik.
Kegiatan berlangsung selama empat hari dan dibimbing oleh instruktur dari Elders Electrico, Bapak Richard.
Peliput: Ichad












