WME, Minahasa – Dalam upaya menjaga stabilitas harga dan membantu masyarakat memenuhi kebutuhan pokok, Senator Ir. Stefanus B.A.N. Liow, MAP, kembali menggelar Pasar Murah di Desa Kayuuwi dan Desa Tombasian Atas.
Kegiatan ini terlaksana berkat kerja sama dengan Bulog Wilayah SulutGo, sebagai bagian dari rangkaian HUT ke-21 DPD RI, yang diperingati 1 Oktober 2025 lalu.

Kegiatan bertajuk “Senator Peduli Ketahanan Pangan” ini berlangsung selama dua hari, mulai Minggu (12/10) hingga Senin (13/10/2025).
Dari pemantauan media ini, masyarakat di dua desa tampak antusias memanfaatkan kesempatan membeli kebutuhan pokok dengan harga terjangkau.
Senator Stefanus Liow menyampaikan, pasar murah tersebut merupakan bentuk komitmen DPD RI bersama DPD Desa Bersatu untuk memperkuat ketahanan pangan masyarakat di tingkat desa.
“DPD RI terus berupaya hadir langsung di tengah masyarakat. Kami memfasilitasi kegiatan seperti ini agar masyarakat dapat memperoleh bahan pokok dengan harga yang lebih ringan,” ujar Senator Stefa.
Adapun harga bahan pokok yang dijual lebih murah dibanding pasaran, seperti beras Bulog Rp58.000 per 5 kilogram, gula pasir Rp15.000 per kilogram, dan minyak goreng Rp17.000 per liter.
Selain itu, masyarakat juga menerima voucher diskon tambahan, yang membuat harga semakin terjangkau.
Kumtua Desa Kayuuwi, Stenly Watung, menyampaikan apresiasi atas kepedulian Senator Stefanus Liow terhadap masyarakat desa.
“Kami bersyukur karena kegiatan ini membantu banyak keluarga di Kayuuwi, apalagi menjelang akhir tahun ketika kebutuhan meningkat. Ini bukti nyata perhatian Senator terhadap rakyat kecil,” ungkap Watung.
Sementara itu, Kumtua Desa Tombasian Atas, Treisje Rawung, juga memberikan apresiasi serupa.
“Kehadiran pasar murah ini sangat membantu. Harga bahan pokok stabil, masyarakat senang, dan semuanya berjalan tertib. Kami berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda rutin,” tutur Rawung.
Senator Stefanus menambahkan bahwa kegiatan ini juga merupakan bagian dari upaya DPD RI untuk mendorong kolaborasi lintas lembaga dan pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dari desa.
“Jika desa kuat secara pangan, maka daerah juga akan tangguh. Itu semangat yang kami dorong,” ucapnya.
Selama pelaksanaan, suasana di lokasi pasar murah berlangsung tertib dan meriah. Warga yang datang tidak hanya dari Kayuuwi dan Tombasian Atas, tetapi juga dari desa sekitar seperti Kayuuwi Satu dan Tombasian Bawah.
Dengan semangat kebersamaan dan kepedulian sosial, kegiatan ini menjadi bukti bahwa sinergi antara DPD RI, pemerintah desa, dan masyarakat dapat menghadirkan manfaat nyata bagi kesejahteraan rakyat.
IcadWME












