Menu

Mode Gelap
Mapalus Jadi Spirit Ketahanan Pangan, Unsrat Ajak Pemuda Jadi Agripreneur Muda Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut Angela Kaunang Debut Lewat Lagu ‘Mulu-Mulu’, Angkat Fenomena ‘Tanta-Tanta’ dari Manado Tommy Lumingkewas Diantar Ratusan Warga, Siap Pimpin Telap Menuju ‘Desa Bercahaya’ Donald Pondaag Yakin Kepemimpinan MEP Bawa Energi Baru bagi Golkar Sulut Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

Tomohon

Petani di Rurukan-Tomohon Ditemukan Tewas, Diduga Jatuh dari Ketinggian 12 Meter

badge-check


					Petani di Rurukan-Tomohon Ditemukan Tewas, Diduga Jatuh dari Ketinggian 12 Meter Perbesar

WME, Tomohon – Seorang lelaki bernama Ferry Paat (64) warga Kelurahan Rurukan, Kecamatan Tomohon Timur, ditemukan meninggal dunia di area perkebunan Titiwoon, Rabu (26/11/2025) sekira pukul 18.30 WITA.

Dari informasi yang diterima, korban diduga terjatuh dari pohon aren setelah tangga yang digunakannya patah dengan ketinggian sekitar 12 meter.

Menurut kepolisian, korban ditemukan dalam keadaan terlungkup di tanah pada jarak sekitar 15–20 meter dari pohon aren.

Dugaan sementara, setelah terjatuh korban masih sempat berjalan beberapa meter sebelum akhirnya terjatuh dan meninggal di lokasi.

Kapolres Tomohon AKBP Nur Kholis, SIK melalui Kasi Humas IPTU Musalino Patah membenarkan kejadian tragis ini.

“Berdasarkan olah TKP dan keterangan para saksi, korban diduga meninggal akibat terjatuh dari pohon aren karena tangga yang digunakan untuk turun dalam kondisi patah. Pada tubuh korban tidak ditemukan tanda kekerasan lain,” jelasnya.

Penemuan korban berawal dari upaya pencarian yang dilakukan oleh Luky Mangundap (45) bersama keponakan korban, Mikel Polii, dan tetangga Berce Gerung.

Mereka mencari karena korban sudah beberapa hari tidak terlihat sejak Senin (24/11/2025), termasuk ketika petugas kelurahan hendak menyalurkan BLT ke rumah korban.

Saat tiba di pondok (sabuah) milik korban, para saksi tidak menemukan keberadaan korban maupun alat kerja penyadap nira (ba’tifar).

Pencarian kemudian dilanjutkan di sekitar area kebun, hingga akhirnya korban ditemukan sudah tidak bernyawa.

Pihak keluarga menolak dilakukan autopsi dan telah menandatangani surat pernyataan penolakan yang disaksikan oleh pemerintah kelurahan setempat.

 

Peliput: Ichad Ering

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut

22 April 2026 - 14:07 WIB

Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

1 April 2026 - 13:59 WIB

SPBU Sonder Buka Solar untuk Umum, Tapi Jadwal Berubah-ubah Bikin Sopir Kebingungan

21 Maret 2026 - 14:39 WIB

Hangatnya Idul Fitri di Polres Tomohon, Silaturahmi Jadi Jembatan Kebersamaan

21 Maret 2026 - 14:04 WIB

BPAN Tomohon Gaungkan “Si Tou Mamuali Tou”, Pemuda Adat Bergerak Jaga Warisan Leluhur

18 Maret 2026 - 11:35 WIB

Trending di Tomohon