WME, Tomohon – “Job Fair” atau bursa kerja menjadi solusi pemerintah kota (Pemkot) Tomohon dalam mengurangi angka pengangguran di dataran kaki gunung Lokon.
Pemerintah melalui dinas ketenagakerjaan (Disnaker) menggelar Job Fair di GOR Babe Palar Tomohon, yang dilaksanakan sejak 28 Juli, dan telah ditutup pada Jumat (1/8/2025) siang tadi.

Dari informasi yang diterima, Job Fair ini berhasil mempertemukan 52 perusahaan dengan lebih dari 900 pencari kerja.
Kepala Disnaker Tomohon Mariam Rau menyampaikan, Job Fair ini menjadi salah satu upaya pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran di Kota Tomohon.
“Awalnya, anggaran daerah hanya memungkinkan keikutsertaan 10 perusahaan. Namun, berkat kolaborasi dengan Universitas Negeri Manado (Unima), kami mampu menghadirkan 52 perusahaan dari berbagai sektor,” ungkap Rau.
Sepanjang kegiatan, tercatat sebanyak 903 pelamar kerja yang mendaftar. Dari jumlah itu, 512 merupakan warga Kota Tomohon, sementara sisanya, 391 orang berasal dari luar daerah. Dari total pelamar, sekitar 600 lowongan atau penempatan kerja.
Rau berharap perusahaan-perusahaan yang terlibat memberi prioritas kepada warga lokal.
“Karena kegiatan ini dilaksanakan di Tomohon, kami menitipkan harapan agar ada keterwakilan tenaga kerja dari Kota Tomohon. Lebih bagus lagi kalau mayoritas yang diterima adalah warga Tomohon,” tegasnya.
Ia menekankan bahwa warga Tomohon dikenal sebagai pribadi yang religius, ramah, dan memiliki etos kerja yang baik, serta berasal dari kota yang aman dan bersahabat.
Rau juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Unima atas dukungan yang telah diberikan, termasuk rencana kerja sama ke depan dalam bentuk kajian akademik terkait regulasi ketenagakerjaan dan pengembangan sumber daya manusia di daerah.
Ia mengakui, Wali Kota Tomohon Sendy Rumajar dan Wakil Wali Kota Sendy Rumajar turut memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang berkontribusi dalam menyukseskan Job Fair 2025 ini.
Icdwme












