WME, Tomohon – Sejumlah kader kesehatan di Kota Tomohon menyampaikan keluhan terkait insentif yang disinyalir belum terima selama enam bulan terakhir.
Para kader berharap pemerintah kota segera memberikan kejelasan mengenai keterlambatan tersebut, berhubung sudah mendekati akhir tahun.

“Kami sangat berharap pemerintah kota segera memberikan penjelasan dan solusi terkait masalah ini. Kami butuh kepastian,” ungkap salah satu kader kesehatan kota Tomohon yang meminta namanya tidak disebutkan.
Menanggapi hal itu, Kepala Dinas Kesehatan Kota Tomohon, dr. John Lumopa, memberikan penjelasan terkait penyebab keterlambatan pembayaran insentif.
Menurutnya, terdapat sejumlah faktor yang menyebabkan proses pencairan belum bisa dilakukan secara menyeluruh.
“Total ada 440 kader kesehatan yang seharusnya menerima insentif. Namun, ada beberapa kader yang sudah tidak aktif lagi, dan ada juga yang telah bekerja di tempat lain,” terangnya, Kamis (30/10/2025).
“Hal ini mengharuskan kami melakukan pergantian perjanjian kerja dengan kader yang baru,” imbuh dr. Lumopa.
Ia menambahkan, proses penandatanganan perjanjian kerja dengan para kader baru sebenarnya telah rampung. Namun, masih ada beberapa kendala teknis yang harus diselesaikan sebelum pembayaran dilakukan.
“Masih ada beberapa nomor rekening penerima yang belum masuk, dan kami masih menunggu proses pindah rekening tersebut,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menjelaskan bahwa proses keuangan dilaksanakan secara kolektif agar lebih efisien, namun masih ada beberapa dokumen yang belum lengkap.
“Seharusnya diurus sekaligus, tapi karena masih ada dokumen yang belum lengkap, maka yang belum lengkap akan diproses berikutnya,” beber dr Lumopa.
Saat ini, lanjut dia, untuk berkas yang sudah lengkap, pembayarannya sedang diproses oleh bagian keuangan.
Namun, belum diketahui pasti berapa jumlah pembayaran insentif yang diproses. Lantaran, ketika di konfirmasi oleh redaksi WMID, Kadis Lumopa belum memberikan keterangan.












