WME, Tomohon – Dibalik sukses pergelaran parade Tomohon international flower festival (TIFF) 2025, tentu miliki peran penting dari masyarakat hingga pemerintah daerah (Pemda).
Event tahunan yang menjadi ikon kota Tomohon itu berhasil memukau para wisatawan mancanegara hingga pecinta bunga di dataran kaki gunung Lokon.

Gubernur Sulawesi Utara (Sulut) Yulius Selvanus Komaling (YSK) meyakini, kesuksesan TIFF yang digelar pada Sabtu (9/8/2025) itu merupakan kerja sama yang baik antara masyarakat dan Pemda.
“TIFF ini menjadi bukti kekuatan kolaborasi antara petani, pelaku pariwisata, ekonomi kreatif, dan pemerintah daerah,” kata YSK, didampingi Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Sulut, Ny. Anik Yulius Selvanus.
Yulius berharap, Event bertajuk “Unite to be Great” itu dapat membuka pemberian akses teknologi dan pasar internasional bagi petani bunga, pelatihan branding untuk pelaku ekonomi kreatif, serta pembangunan infrastruktur terintegrasi agar setiap sudut kota memancarkan keindahan.
“Prestasi Tomohon mendunia bukan sekadar seremoni, tapi tonggak penggerak ekonomi. TIFF harus menjadi magnet wisata, memperluas lapangan kerja, dan mendorong UMKM berbasis budaya lokal,” kata Yulius.
Gubernur juga membayangkan Sulut sebagai pusat agrowisata bunga dan inovasi kreatif yang manfaatnya dirasakan hingga tingkat nasional.
Atas hal itu, Gubernur menegaskan komitmennya untuk mempertahankan Tomohon sebagai “Kota Bunga”.
“Kalau Bandung dikenal sebagai Kota Kembang, Tomohon adalah Kota Bunga, dan kita akan terus menjaga ikon ini. Spirit ini hadir karena dukungan pemerintah pusat dan seluruh masyarakat Sulawesi Utara serta Kota Tomohon,” ujarnya.
“Biarkan harum bunga Tomohon menebar optimisme dan kebanggaan, menuntun kita meraih mimpi besar, bersatu, berdaulat, rakyat sejahtera, Indonesia maju,” tutupnya.
Diketahui, TIFF 2025 telah memasuki tahun ke-13. Kegiatan ini berlangsung selama 8 hingga 12 Agustus, dengan parade bunga utama digelar pada 9 Agustus.
Icdwme












