WME, Tomohon – Seorang warga asal Kelurahan Wailan, Kecamatan Tomohon Utara, yang kini berdomisili di Kelurahan Paslaten, Tomohon Tengah, mengeluhkan kurangnya perhatian pemerintah terhadap anaknya, Mayron, yang merupakan penyandang disabilitas.
Orang tua Mayron menuturkan, hingga kini anaknya belum pernah terdaftar sebagai penerima bantuan dalam Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Padahal, mereka sudah beberapa kali mengurus berkas ke sejumlah instansi terkait.

“Jujur saja, selama Mayron ada, kami tidak pernah terdaftar sebagai penerima bantuan DTKS. Sudah sering bawa berkas di beberapa tempat, tapi tidak pernah ada langkah selanjutnya dari pihak terkait,” ungkapnya.
Menurutnya, meski Mayron pernah menerima bantuan langsung dari Dinas Sosial ketika berusia enam tahun, bantuan itu hanya diberikan satu kali dan tidak ada tindak lanjut setelahnya.
“Kami sudah pernah disurvei, tapi sampai sekarang tidak ada kabar. Nama anak kami juga tidak muncul lagi dalam data,” tambahnya.
Orang tua Mayron mengaku, bantuan pemerintah sangat dibutuhkan untuk menunjang kebutuhan anak berkebutuhan khusus.
Namun demikian, mereka tetap bersyukur karena Panti Sayap Kasih Woloan masih rutin memberikan kunjungan dan bantuan setiap bulan.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD Kota Tomohon Feybie Simbar meminta Dinas Sosial untuk lebih proaktif dalam menindaklanjuti keluhan warga, terutama bagi anak penyandang disabilitas.
“Pemerintah kota, terlebih Dinsos, harus proaktif menanggapi hal seperti ini. Apalagi menyangkut anak yang berkebutuhan khusus,” tegas Feybie Simbar, Rabu (29/10/2025).
Ia juga mengingatkan bahwa pemerintah pusat di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto telah meluncurkan program Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI), yang mencakup alat bantu, pelatihan, hingga modal usaha bagi penyandang disabilitas.
“Dinsos tidak perlu pandang bulu dalam hal ini, apalagi soal warna-warni politik. Ini murni urusan kemanusiaan,” tandasnya.
Lebih lanjut, Feybie berharap Dinsos Tomohon aktif menelusuri data penyandang disabilitas di setiap kelurahan agar semua warga yang membutuhkan bisa mendapatkan perhatian dan bantuan yang layak.
Sementara, pihak redaksi WMID telah berupaya mengonfirmasi hal ini kepada Kepala Dinas Sosial Kota Tomohon, Tomly Lasut, namun yang bersangkutan belum dapat dihubungi hingga berita ini ditayangkan.












