WME, – Suasana penuh semangat dan kebersamaan mewarnai proses pendaftaran calon Hukum Tua (Kumtua) Desa Telap, Kecamatan Eris, Kabupaten Minahasa, Jumat (17/4/2026).
Tommy Lumingkewas resmi mendaftarkan diri sebagai calon Kumtua, setelah sebelumnya mengikuti ibadah yang dipimpin oleh Pdt. Natalia Johanis-Willem, S.Th.

Tommy tiba di Sekretariat Pemilihan sekitar pukul 16.00 WITA dengan diantar ratusan warga yang berjalan kaki sejauh kurang lebih 2 kilometer.
Ia didampingi sang istri, Flora Tumbel, serta anak-anak, dalam keluarga Lumingkewas-Tumbel. Antusiasme masyarakat ini mencerminkan kuatnya dukungan terhadap pencalonannya.
Dalam sambutannya, Tommy Lumingkewas mengungkapkan rasa syukur kepada Tuhan atas penyertaan-Nya sehingga seluruh proses dapat berjalan dengan baik.
“Mari kita menjaga kedamaian dan persatuan, terlebih setelah momentum Paskah sebagai simbol kemenangan dan harapan baru,” pintanya.
Ia turut menyinggung dinamika kehidupan di era digital, di mana media sosial bisa menjadi ruang yang membawa manfaat sekaligus potensi konflik.
Karena itu, ia mengimbau masyarakat untuk bijak dalam bermedia sosial.
Ucapan terima kasih disampaikan kepada para pendeta, tokoh agama, serta seluruh masyarakat yang telah memberikan doa dan dukungan.
Ia menyebut masyarakat sebagai “orang-orang hebat” yang menjadi kekuatan utama dalam langkahnya.
Sebelum memaparkan visi dan misi, Tommy menegaskan dua program prioritas, yakni penyediaan air bersih bagi masyarakat serta perbaikan akses jalan kebun.
Dalam pemaparannya, ia mengusung visi “Menjadikan Wanua Telap Bercahaya”, dengan komitmen menghadirkan pelayanan yang berkualitas, profesional, dan penuh kasih, serta mengutamakan kepercayaan dan kepuasan masyarakat tanpa batasan waktu pelayanan.
Adapun misi yang diusung meliputi penyediaan layanan transportasi terjangkau ke rumah sakit yang telah berjalan sekitar lima tahun, penyediaan tempat belajar bahasa asing bagi generasi muda, serta pembangunan fasilitas untuk masa depan masyarakat desa.
Tommy juga menekankan pentingnya kepemimpinan berintegritas melalui 10 kriteria yang diharapkan masyarakat, di antaranya program kerja yang jelas, kejujuran, transparansi pengelolaan dana desa, kedekatan dengan masyarakat, serta komitmen menolak politik uang dan korupsi.
Mengakhiri sambutannya, ia mengajak seluruh masyarakat untuk bersatu demi masa depan Desa Telap yang lebih baik.
“Kita kuat karena kita bersatu, demi masa depan desa yang lebih baik,” ujarnya, disambut antusias warga dengan salam khas “Salam MONITOR”.
Momentum ini menjadi awal kontestasi yang diharapkan berjalan demokratis, damai, dan menjunjung tinggi persatuan masyarakat Desa Telap.
Icad












