WME, Tomohon – Kegiatan Pentas Mahzani Massal 1000 Pelajar yang digelar di Tomohon menuai apresiasi dari berbagai kalangan, termasuk dari legislatif daerah.
Anggota DPRD Kota Tomohon, Feybie Vonny Simbar, menyatakan rasa bangga dan dukungannya terhadap kegiatan budaya tersebut yang dinilai menjadi langkah nyata dalam menjaga warisan leluhur Minahasa.

Menurut Feybie, kegiatan yang melibatkan seribu pelajar ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi merupakan gerakan budaya yang sangat penting untuk memperkenalkan sekaligus melestarikan tradisi Mahzani kepada generasi muda.
Ia menilai keterlibatan para siswa dalam pentas budaya tersebut menunjukkan bahwa nilai-nilai tradisi masih memiliki tempat yang kuat di tengah perkembangan zaman.
“Sebagai wakil rakyat, saya merasa bangga melihat generasi muda di Kota Tomohon terlibat langsung dalam upaya melestarikan budaya daerah,” ujar Feybie.
“Pentas Mahzani ini adalah bukti bahwa warisan leluhur kita masih hidup dan terus diwariskan kepada generasi penerus,” terangnya.
Menurutnya, Mahzani bukan sekadar tradisi lisan atau seni pertunjukan, melainkan bagian dari identitas budaya masyarakat Minahasa, khususnya komunitas adat Tombulu, yang sarat dengan nilai moral, filosofi kehidupan, serta kearifan lokal.
Karena itu, Feybie menilai kegiatan yang digagas oleh Ketua Panitia Armando Loho bersama tim pelaksana patut mendapat dukungan luas dari seluruh elemen masyarakat.
Ia juga mengapresiasi dukungan pemerintah dan berbagai lembaga yang turut berperan dalam terselenggaranya kegiatan tersebut, termasuk Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia melalui program fasilitasi Dana Indonesiana.
Menurut Feybie, dukungan pemerintah pusat terhadap kegiatan budaya di daerah menjadi sinyal penting bahwa pelestarian budaya lokal merupakan bagian dari pembangunan nasional.
“Kegiatan seperti ini sangat positif. Selain menjaga tradisi, juga memberi ruang kepada generasi muda untuk belajar menghargai identitas budaya mereka sendiri,” katanya.
Lebih jauh, Feybie berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan di Kota Tomohon.
Ia menilai pelestarian budaya tidak cukup hanya dilakukan sekali, tetapi harus menjadi gerakan bersama yang terus dirawat oleh pemerintah, sekolah, komunitas budaya, dan masyarakat.
“Kita berharap kegiatan seperti ini bisa menjadi agenda budaya yang terus berkembang di Tomohon. Karena ketika anak-anak muda kita mencintai budaya mereka sendiri, di situlah identitas daerah akan tetap kuat,” tambahnya.
Feybie juga menyampaikan penghargaan kepada para guru, kepala sekolah, serta orang tua yang telah mendukung keterlibatan para pelajar dalam kegiatan tersebut.
Menurutnya, keberhasilan melibatkan seribu pelajar dalam satu panggung budaya merupakan capaian luar biasa yang menunjukkan kuatnya semangat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat.
“Ini bukan hanya keberhasilan panitia, tetapi keberhasilan seluruh masyarakat Tomohon yang bersama-sama menjaga warisan budaya leluhur,” tutupnya.












