WME, Tomohon – Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Tomohon menggelar Pendidikan dan Latihan Dasar (Diklatsar) Relawan PMI selama lima hari, terhitung sejak 16 hingga 20 Desember 2025.
Kegiatan ini menjadi langkah strategis PMI Tomohon dalam memperkuat kapasitas sumber daya relawan yang profesional dan siap mengabdi di bidang kemanusiaan.

Diklatsar tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua PMI Kota Tomohon, drg. Jeand’arc Senduk-Karundeng. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa relawan PMI merupakan garda terdepan dalam pelayanan kemanusiaan, terutama dalam penanggulangan bencana, pelayanan kesehatan, serta aksi sosial di tengah masyarakat.
“Melalui Diklatsar ini, peserta tidak hanya dibekali pengetahuan dan keterampilan dasar kepalangmerahan, tetapi juga dibentuk sikap disiplin, solidaritas, serta kepedulian terhadap sesama,” ujar Jeand’arc Senduk-Karundeng.
Selama pelatihan, para peserta menerima berbagai materi dasar kepalangmerahan, di antaranya pengenalan prinsip-prinsip Gerakan Palang Merah dan Bulan Sabit Merah Internasional, pertolongan pertama, perawatan keluarga, pemulihan hubungan keluarga, manajemen bencana, evakuasi, simulasi lapangan, hingga pembinaan mental dan kedisiplinan relawan. Seluruh rangkaian kegiatan dilaksanakan secara terstruktur melalui metode teori dan praktik.
Diklatsar ini diikuti oleh calon relawan PMI Kota Tomohon dari berbagai latar belakang. Kegiatan ini bertujuan mencetak relawan yang tangguh, berintegritas, serta siap diterjunkan dalam berbagai misi kemanusiaan, baik di wilayah Kota Tomohon maupun daerah lainnya.
Melalui pelaksanaan Diklatsar ini, PMI Kota Tomohon berharap dapat terus memperkuat barisan relawan yang kompeten dan berdedikasi, sejalan dengan visi PMI sebagai organisasi kemanusiaan yang terpercaya dan senantiasa hadir untuk masyarakat.












