Menu

Mode Gelap
Mapalus Jadi Spirit Ketahanan Pangan, Unsrat Ajak Pemuda Jadi Agripreneur Muda Perpisahan Hangat di Kejari Tomohon, Kajari Reinhard Tololiu Naik Jabatan ke Aspidum Kejati Sulut Angela Kaunang Debut Lewat Lagu ‘Mulu-Mulu’, Angkat Fenomena ‘Tanta-Tanta’ dari Manado Tommy Lumingkewas Diantar Ratusan Warga, Siap Pimpin Telap Menuju ‘Desa Bercahaya’ Donald Pondaag Yakin Kepemimpinan MEP Bawa Energi Baru bagi Golkar Sulut Isu Pembatasan BBM Subsidi Mengemuka, BPH Migas: Belum Ada Perintah, Distribusi Masih Normal

Jakarta

Raker Komite II DPD RI dengan Bulog, Senator Stefa Minta Ketersediaan Pangan Menjelang Nataru

badge-check


					Raker Komite II DPD RI dengan Bulog, Senator Stefa Minta Ketersediaan Pangan Menjelang Nataru Perbesar

WME, Jakarta – Dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) Komite II Dewan Perwakilan Daerah Republik Indonesia (DPD RI) dengan Perum Bulog yang berlangsung di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Selasa (4/11/2025).

Anggota DPD RI asal Sulawesi Utara, Ir. Stefanus B.A.N. Liow, MAP — yang akrab disapa Senator Stefa (SBANL) — menyampaikan sejumlah pandangan dan usulan strategis terkait penyaluran beras dan ketahanan pangan nasional.

RDP yang dipimpin Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Sitepu, S.E., S.H., M.Si., bersama tiga Wakil Ketua tersebut membahas berbagai isu penting terkait peran Bulog dalam menjaga Stabilitas Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) di seluruh daerah.

Dalam kesempatan itu, Senator Stefa meminta Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Rhamdani, dan jajaran direksi agar Kabupaten Kepulauan Sangihe, Kabupaten Kepulauan Talaud, dan Kabupaten Kepulauan Siau Tagulandang Biaro (Sitaro) dikaji ulang status zonasinya dari Zona 1 menjadi Zona 2.

“Tiga kabupaten kepulauan tersebut bukan daerah sentra produksi beras. Saat ini penyaluran beras SPHP di sana masih dikategorikan Zona 1, padahal pasokannya berasal dari luar wilayah seperti Sulawesi Selatan dan Jawa Timur. Kondisi geografis dan biaya distribusi yang tinggi seharusnya menjadi dasar untuk memasukkannya ke dalam Zona 2,” jelas Senator Stefa.

Selain itu, ia juga mengusulkan agar Bulog membangun gudang di Kabupaten Bolaang Mongondow Selatan (Bolsel) untuk memperkuat jaringan distribusi pangan di wilayah selatan Sulawesi Utara.

Menjelang Hari Raya Natal, Senator Stefa turut meminta Bulog menyiapkan stok pangan pokok seperti beras, minyak goreng, gula pasir, dan telur serta mendukung Gerakan Pasar Murah secara masif, termasuk di wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, dan Terluar).

Ia juga menegaskan pentingnya menjaga kualitas beras dan bahan  pangan lainnya agar masyarakat tetap mendapatkan produk yang layak dan terjangkau. Tidak terkecuali pula mengusulkan agar diperluas pengajuan sebagai penyalur.

“Bulog memiliki peran strategis dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Namun, yang tidak kalah penting adalah memastikan kualitas dan pemerataan pasokan hingga ke daerah-daerah terluar,” ujar Stefa menegaskan.

Menanggapi hal tersebut, Direktur Utama Bulog, Ahmad Rizal Rhamdani, menyampaikan apresiasi dan komitmen untuk terus memperkuat kerja sama dengan DPD RI dalam mendukung ketahanan pangan nasional.

“Kami sangat mengapresiasi perhatian dan masukan dari Senator Stefanus Liow. Bulog akan terus memperkuat kolaborasi dengan seluruh pemangku kepentingan, termasuk DPD RI, agar penyaluran pangan berjalan lebih efektif dan tepat sasaran,” kata Ahmad Rizal Rhamdani.

Sementara itu, Direktur SDM dan Umum Bulog, Prof. Dr. Sudarsono Hardjosoekarto, menambahkan bahwa pihaknya akan segera memproses dan mengajukan perubahan zonasi untuk tiga kabupaten kepulauan tersebut kepada Badan Pangan Nasional (Bapanas).

“Kami memahami kondisi geografis di wilayah kepulauan seperti Sangihe, Talaud, dan Sitaro. Usulan perubahan dari Zona 1 ke Zona 2 akan segera kami tindak lanjuti dengan Bapanas,” ungkap Sudarsono.

Ketua Komite II DPD RI, Dr. Badikenita Sitepu, juga memberikan apresiasi atas usulan konstruktif yang disampaikan Senator Stefa.

“Pandangan dan masukan dari anggota Komite II seperti Pak Stefanus Liow sangat penting untuk memastikan kebijakan pangan nasional lebih berkeadilan dan berpihak kepada daerah,” tutur Badikenita Sitepu.

Sebagai penutup, Senator Stefa turut mendorong agar Program Makmur, program nasional yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan dalam ekosistem pangan, dapat segera dilaksanakan di Provinsi Sulawesi Utara.

“Program Makmur perlu hadir di Sulut agar petani dan masyarakat lokal dapat merasakan manfaat nyata dari kebijakan pangan nasional,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Baca Lainnya

BPK dan DPD RI Perkuat Pengawasan Daerah, Sinergi Didorong untuk Tuntaskan Kerugian Daerah

26 November 2025 - 10:11 WIB

BULD DPD RI Dorong Penguatan Kewenangan Desa, Stefa: Desa Harus Jadi Subjek Pembangunan

6 November 2025 - 10:01 WIB

Wujud Peduli Sesama, Humas Polri Santuni 100 Anak Yatim di Momen HUT ke-74

29 Oktober 2025 - 07:54 WIB

Langkah Drastis, NasDem Copot Sahroni dan Nafa Urbach dari Kursi Parlemen

31 Agustus 2025 - 12:08 WIB

WAMI Sebut Putar Musik di Acara Pernikahan Wajib Bayar Royalti: yang Membayar Tuan Rumah!

12 Agustus 2025 - 08:49 WIB

Trending di Jakarta